Benyamin tukang ngibul

Posted by

He worked for more than film productions during his career. Senang menulis dan bermain musik. But you can send us an email and we'll get back to you, asap. Start typing and press Enter to search.

Uploader: Shacage
Date Added: 27 October 2012
File Size: 15.49 Mb
Operating Systems: Windows NT/2000/XP/2003/2003/7/8/10 MacOS 10/X
Downloads: 2944
Price: Free* [*Free Regsitration Required]





Notify me of follow-up comments by email. As comedy film using illusive elements on the visual and tukag, this film that played by Benyamin and Gombloh could penetrate its hidden criticism toward New Order regime, especially on the issues of developmental economics urbanization and perhaps issue on militarism as well.

Notify me of new posts by email. Meskipun demikian, ia juga dapat menghancurkan impian manis orang-orang dengan berbagai kesialan yang ia dapatkan selama di Jakarta. After long reading benyamij catalogues, the 17 people and me were allowed to enter small cinema room, and we had the curator speech for introduction. Yang Kritikal dari Komedi Nawi Curator: For me, that unnoticed detail was the power of Benyamon that hid his critics for government with his entertaining demeanor and jokes within the film.

Cerita filem ini berpusat pada hubungan-hubungan di dalam konflik hasil perbedaan ngibull realitas dan perspektif. Nawi, lewat Benyamin yang sangat lincah dalam memerankan tokoh yang ia mainkan, piawai mengungkai konstruksi filemnya. Nevertheless, I skipped the mandatory lunch and read more about today curatorial program on the catalogue instead.

Curatorial Program - Nawi’s Comedy: Revealing Social Criticism • ARKIPEL

Si tokoh Benyamin bisa menempatkan dirinya menjadi sebuah impian semua orang pada masa itu: Filem ini mengeskplorasi kepentingan-kepentingan serta mimpi-mimpi individu yang saling berkelindan dengan tipu muslihat, hingga mewakili dunia sosialnya kala itu.

Namun sebenarnya, filem Nawi yang dianggap remeh ini memiliki sebuah potensi kritik yang luar biasa. But you can send us an email and we'll get back to you, asap. Diracik sebagai filem komedi dengan pilihan visual dan naratif yang ilusif terhadap realitas yang ditinggali, filem yang diperankan oleh Benyamin dan Gombloh ini, mampu dengan leluasa menyublimkan kritik tajamnya terhadap persoalan paling mutakhir dari Orde Baru, yaitu isu pembangunan urbanisasi serta—mungkin—militer. Kuratorial ini dengan demikian menawarkan ide tentang kebutuhan bagi kita untuk tiada henti mengusik—bahkan, mendekonstruksi—cara pandang sejarah sinema nasional.

This festival is a open space of cinema and media discourse in general, especially documentary and experimental film genre. Sebuah adegan dalam bemyamin cukup menarik untuk saya perhatikan, yakni sebuah simbol tuiang yang justru menjadi pusat perhatian dari tengah hingga akhir filem.

Start typing and press Enter to search. Meskipun demikian, beberapa orang yang mungkin tidak memperhatikan secara lebih saksama tentang simbol sepatu boots itu hanya akan menganggapnya sebagai hiburan sehingga dapat lulus sensor di mata pemerintah di masa itu. Seisi studio yang awalnya hening mendengarkan kata pengantar dari Bunga Siagian lantas berubah menjadi gelak tawa oleh lawakan-lawakan dari filem tersebut.

Learn how your comment data tukkang processed.

A very interesting scene for me was side symbol that became the center of his film since its middle part to ending scene. Sebuah kejeniusan ketika ditempatkan di dalam konteks zamannya. Hilarious yet relax visual language used to narrate the story in the film made me feel like I was laughing at my own life. This film explores characters interests and dreams that deceptive and represent social order at that time.

Telah bekerja, menyutradarai, dan membintangi lebih dari filem sepanjang karirnya. Nawi Ismail adalah seorang pegiat filem, aktor, dan sutradara Indonesia yang produktif sejak periode an.

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment. Revealing Social Criticism http: Gaya bahasa yang santai, menunjukan bahwa filem ini sangat erat dengan realita seakan membuat saya seperti sedang menertawai kehidupan saya sendiri.

Tukang Ngibul

This program is offering ideas about the need for us to endlessly tease—even, deconstruct—the perspective of the national history of our cinema. But critics rarely discuss him or his works.

Start nigbul and press Enter to search. Why is that so?

Bunga Siagian, anggota Forum Lenteng dan kontributor tetap Jurnal Footagemenjadi kurator untuk dua filem yang disutradarai oleh Nawi Ismail.

5 comments

  1. I think, that you are not right. I can defend the position. Write to me in PM, we will talk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *